Ditulis pada tanggal 7 November 2016, oleh admin, pada kategori Berita

arcasia-2016Di dunia era informasi global dimana perkembangan teknologi dapat diakses lintas batas Negara, mahasiswa dituntut membangin jaringan komunikasi yang luas. Membuka peluang untuk bertukar pengetahuan dan menjalin koneksi dengan para pelaku arsitektur dari seluruh dunia, Dezzalina Dyana, mengikuti Arcasia Student jamboree 2016 di Hong Kong .

Selama seminggu, Dezzalina, mahasiswa angkatan 2015 ini bergabung dengan ratusan mahasiswa dan praktisi Arsitektur dari seluruh dunia. Mulai tanggal 25 September- 1 Oktober, panitia menyediakan jadwal kegiatan yang cukup padat.

“Selain menjadi wadah komunikasi dengan mahasiswa arsitektur lain dari seluruh dunia, kami juga mengikuti rangkaian kegiatan akademik seperti kuliah umum dan symposium. Tidak hanya itu, kita juga turun langsung ke area urban Hong Kong  untuk mengamati arsitektur dan perencanaannya,” ujar cewek mungil ini.

Mengambil tema “Growth And Diversity: The Green Age Of Asia” Arcasia 2016 membahas dengan dalam mengenai pembentukan kota yang manusiawi. Mulai dari kota yang ramah bagi para warganya lintas usia dan kelas serta membangun arsitektur yang berkelanjutan bagi lingkungan dan budaya local.

Untuk itu tidak tanggung-tanggung para praktisi dan akademisi arsitektur yang relevan dihadirkan; diantaranya Dr. Rocco Yim, Ar. Allen Kong (AuIA) , Director, Allen Kong Architect Pty Ltd, Ar. Assoc. Prof. Datin Dr Norwina Mohd Nawawi (PAM), Ar.Stephen Ho – HKIA, Ar. Guillermo H. Hisancha (UAP), dan masih banyak lainnya.

“Pengalaman ini yang tidak tergantikan! Kesempatan untuk belajar dari mereka yang sedang berada di garda depan profesi arsitektur!” ungkap Dezzalina. “ sebagai mahasiswa yang baru mneginjak semester 3 pengetahuan ini memberi saya banyak inspirasi mengenai kontribusi apa yang ingin saya berikan kepada masyarakat melalui bidang profesi saya” tutupnya melengkapi. (Dezzalina/emis)

1,219 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini