Ditulis pada tanggal 26 Agustus 2013, oleh admin, pada kategori Jurnal

PEMBENTUKAN CERLANG-BAYANG MOTIF BATIK TULUNGAGUNG MELALUI ELEMEN PEMBENTUK RUANG PADA GALERI BATIK
Zuricha Amalia, Agung Murti Nugroho, Ema Yunita Titisari
Jurusan arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono 167, Malang 65141, Indonesia
Email: zuricha.amalia@gmail.com
ABSTRAK

Batik telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral an Intangible Heritage of Humanity). Upaya untuk menjaga, melestarikan dan menghargai eksistensi batik dapat dilakukan dalam bidang arsitektur dengan mewujudkannya ke dalam bangunan, yakni dapat diwujudkan secara bentuk, muka bangunan, elemen pembentuk ruang dan lain sebagainya. Untuk mewujudkan motif batik ke dalam arsitektur, melibatkan penglihatan manusia. Salah satu unsur yang mempengaruhinya adalah cahaya. Fenomena lain yang dimunculkan oleh cahaya adalah keberadaan bayangan. Cahaya dan bayangan dapat dimanfaatkan untuk menghargai eksistensi batik dalam bidang arsitektur yakni menggabungkan motif batik dengan cahaya berupa cerlang-bayang motif batik melalui elemen pembentuk ruang khususnya bidang atap dan dinding pada galeri. Cerlang-bayang motif batik tersebut dapat dilihat sebagai objek pamer maupun elemen dekoratif ruang. Dalam proses pembentukan cerlang-bayang motif batik, terdapat beberapa tahapan yang perlu dikaji untuk memahami tentang cerlang-bayang yang dihasilkan dari cahaya matahari melalui elemen pembentuk ruang pada galeri dan memahami batik, terutama motif batik Tulungagung dipilih karena memiliki sejarah khusus tentang batik serta motifnya menggambarkan kondisi lingkungan dan sejarah kota Tulungagung.
Kata kunci: cerlang, bayang, motif batik, Tulungagung

Selengkapnya DISINI

616 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini