Ditulis pada tanggal 18 April 2017, oleh admin, pada kategori Berita

Acara puncak, talkshow2 April 2017 menjadi puncak dari rangkaian acara Proker Besar HMA FT-UB 2016-2017 yang bertajuk “Mati Suri”. Puncak acara yang berisi Talkshow Arsitektur bersama Ir. Baskoro Tedjo, MSEB, Ph.D, Ir. Andy Mappajaya, IAI, serta Ir. Sahirwan, IAI ini mengusung tema Pelestarian Kawasan Kayutangan. Selaras dengan tema Mati Suri sendiri, acara puncak ini diadakan di pelataran parkiran pertokoan Kayutangan.

Pada seminggu sebelumnya, tepatnya tanggal 26 Maret 2017, mahasiswa arsitektur FT-UB pun sudah melakukan sosialisasi acara ini melalui Road to 1 Mati Suri pada event mingguan Kota Malang yaitu Car Free Day. Sosialisasi berupa games maket kawasan serta sharing info mengenai kawasan Kayutangan pun mendapat antusiasme dari pengunjung Car Free Day.Road to 1, games maket

Sedangkan rangkaian selanjutnya, tanggal 1 April 2017 terdapat acara Road to 2 Mati Suri yang berupa diskusi dan jelajah kawasan Kayutangan. Peserta dipandu oleh Komunitas A Day To Walk menjelajahi bangunan-bangunan cagar budaya yang ada di sepanjang koridor Jl. Basuki Rachmad. Komunitas ini sendiri merupakan komunitas pejalan kaki yang berfokus menjelajah kawasan-kawasan memorable dan ikonik di Kota Malang. Acara ditutup dengan games dan diskusi bersama komunitas A Day to Walk, komunitas pedagang Kayutangan serta warga sekitar, warga RW IX.

Road to 2, jalan2 bersama komunitas 2Selain talkshow yang dimulai pada pukul 7 malam, pada tanggal 2 April, di lokasi yang tidak jauh dari pelataran pertokoan Kayutangan yaitu di Rumah Namsin diadakan pula pameran karya-karya arsitektur dari mahasiswa Arsitektur FT-UB. Pameran yang dibuka mulai pukul 9 pagi hingga 9 malam ini menarik perhatian dari warga sekitar, bahkan beberapa turis mancanegara pun turut antusias dan menghabiskan waktu di pameran untuk berdiskusi soal karya yang di pamerkan. Rumah Namsin sendiri merupakan salah satu bangunan bekas toko tertua yang ada di kawasan Kayutangan. Dulunya berfungsi sebagai toko kamera Fotax, kini Rumah Namsin hanyalah sebuah rumah kosong yang sayangnya memiliki arsitektur yang terlalu unik untuk dilewatkan. Lewat Mati Suri, bekerja sama dengan IAI Malang serta komunitas A Day to Walk, mahasiswa arsitektur FT-UB berusaha membuka mata masyarakat bahwa kawasan Kayutangan merupakan kawasan konservasi yang masih harus kita lestarikan.

Pada acara puncak Mati Suri juga terdapat acara launching Majalah Bale. Majalah Bale merupakan majalah arsitektur tahunan HMA-FT UB yang sudah lama vakum, hingga akhirnya dapat lahir kembali pada kesempatan ini. Tema majalah pun diusung setema dengan Mati Suri yaitu pelestarian kawasan Kayutangan. Tidak lupa pula terdapat pengumuman pemenang lomba foto dan video kawasan Kayutangan yang diadakan sebelumnya. Acara puncak ditutup dengan penampilan Iksan Skuter, musisi asal Malang yang aktif menyuarakan isu-isu sosial dan politik dalam karya-karyanya (Fildzah Raihan K)

302 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini