Ditulis pada tanggal 22 Oktober 2013, oleh admin, pada kategori Jurnal

PASAR BLIMBING MALANG DENGAN DESAIN RUANG TRANSISI PUBLIK

Syarifful Purwo T, Chairil Budiarto Amiuza, Edi Hari Purwono
Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono 167, Malang 65141, Indonesia
E-mail: syarifful@yahoo.com

 ABSTRAK

Perkembangan pasar tradisional di Indonesia belakangan ini kalah oleh perkembangan pasar modern. Hal ini terlihat dari munculnya berbagai mall maupun swalayan di berbagai pusat kota. Pemkot Kota Malang berencana mengembangkan Pasar Blimbing Malang menjadi pasar tradisional dan pasar modern dalam satu kawasan, dimana yang sebelumnya berdiri sebagai pasar tradisional. Pasar ini merupakan sarana pusat perbelanjaan yang menjadi sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) untuk masyarakat di sekitar kawasan Kecamatan Blimbing. Dengan adanya pusat perbelanjaan yang sifatnya berbeda tersebut, maka diperlukan adanya suatu wadah yang dapat mengintegrasikan kedua pasar tersebut. Wadah tersebut dapat diartikan sebagai ruang transisi. Ruang transisi ini dapat berfungsi sebagai integrasi antara pusat perbelanjaan dengan sifat yang berbeda sekaligus sebagai media interaksi antar pengunjung pasar baik pengunjung pasar tradisional maupun pengunjung pasar modern.

Kata kunci: Pasar Blimbing Malang, pasar tradisional-modern, ruang transisi, interaksi.

Selengkapnya DISINI

597 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini