Ditulis pada tanggal 11 Juli 2013, oleh admin, pada kategori Jurnal

Penerapan Bahan Bambu Pada Perancangan Balai Penelitian Dan Pengembangan Hortikultura Di Kota Batu

Rizky Revirinda, Edi Hari Purwono, Nurachmad S
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universit Brawijaya
Jalan MT.Haryono 167, Malang65141, Indonesia
Email: Revirinda@gmail.com

ABSTRAK

Daerah Kota Batu sangat berpotensi sebagai penghasil produk pertanian yang membantu sector pertanian nasional, sehingga perlu adanya pengembangan. Produk lokal sudah mulai menurun dengan adanya sektor jasa, seperti pengembangan pembangunan wisata dengan mengambil lahan pertanian daerah Kota Batu ini. Hal ini berpengaruh terhadap kualitas pertanian lokal dan masyarakat akan memilih produk import karena mereka berpikiran bahwa produk import lebih baik daripada produk lokal. Dan berpengaruh terhadap keseimbangan lahan pertanian Kota Batu. Berkaitan dengan pertanian dalam pembangunan balai penelitian, material yang dipilih harus menunjang keseimbangan pertanian. Karena saat ini penggunaan bahan seperti baja, besi dll sudah mulai tidak mencukupi dan membuat keseimbangan alam berkurang, dengan tidak dapat diperbaharuinya material tersebut. Seperti kayu dan bambu adalah bahan yang dengan mudah menjadi penyeimbang alam dan dapat menjadi alternatif pemilihan material pengganti besi dan baja karena dapat diperbaharui selama dijaga, dilestarikan dan dimanfaatkan dengan baik. Kayu sendiri meskipun dapat menjadi alternatif, tetapi sekarang sudah sedikit terbatas. Hal ini disebabkan lamanya masa penanaman kembali kayu yaitu sekitar 50-60 tahun untuk mendapatkan kayu yang berkualitas. Sehingga pemilihan bahan bambu dapat menjadi alternatif dengan teknologi yang sudah berkembang dalam penanganan konstruksi bambu.

Kata Kunci : Teknologi Bahan, Bambu, Balai Penelitian, Konstruksi

Selengkapnya DISINI

525 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini