Ditulis pada tanggal 10 Oktober 2013, oleh admin, pada kategori Jurnal

PENERAPAN KONSTRUKSI BAMBU PADA SEKOLAH ALAM KECAMATAN BAYAN LOMBOK UTARA

Andi Pradona Putra, Tito Haripradianto,ST., MT. dan DR. Agung Murti N.,ST., MT.
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. MT. Haryono Malang

ABSTRAK

Penerapan bambu sebagai bahan bangunan telah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia. Dalam perkembangannya bambu telah digunakan mulai sebagai konstruksi utama bangunan hingga sebagai selubung bangunan baik dinding maupun atap. Dan bambu juga diterapkan mulai sebagai elemen struktural hingga elemen arsitektural. Karakteristik bambu yang memiliki kuat tarik melebih kayu membuat bambu sangat baik untuk konstruksi bentang lebar. Bambu alam lebih ringan untuk diterapkan pada konstruksi bentang lebar dibandingkan bambu olahan (laminasi). Sekolah alam sebagai media baru dalam pendidikan anak membutuhkan konstruksi bentang lebar pada ruang-ruangnya untuk menciptakan suasana yang tetap leluasa meskipun berada dalam ruangan. Penggunaan bahan alami seperti bambu sejalan dengan program yang diterapkan pada sekolah alam. Kecamatan Bayan yang berada di Lombok Utara memiliki sumber daya bambu yang melimpah, rumah-rumah adat menggunakan bambu sebagai bahan utama. Namun masyarakat sudah mulai beralih menggunakan batu bata sebagai bahan utama bangunan. Kecamatan Bayan membutuhkan unit sekolah tambahan karena jumlah unit sekolah untuk Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar tidak dapat menampung jumlah anak-anak yang ada. Dengan didirikannya sekolah alam pada Kecamatan Bayan dapat menanggulangi masalah kekurangan unit sekolah dan dapat mengangkat kembali potensi bambu sebagai bahan bangunan.

Metode programatik digunakan pada analisis untuk mendapatkan hasil yang sistematis, rasional, dan analitis yang diterapkan pada analisis fungsi dan pelaku, kebutuhan ruang, tapak, dan konstruksi bangunan. Pada proses ini dilakukan analisis kualitatif ataupun kuantitatif untuk mendapatkan sintesis sebagai konsep dasar perancangan bangunan.

Pada tahap perancangan, dimulai dengan konsep desain dengan dasaran dari sintesis yang telah didapat dari proses sebelumnya. Konsep diaplikasikan dengan metode intuitif dengan tetap mengikuti batasan-batasan yang telah ditetapkan. Tahapan ini dibagi dalam tahap pra-rancang (konsep desain) dan rancang (hasil desain). Perancangan meliputi penataan tapak dan massa bangunan, konstruksi bangunan, sambungan, pencegahan kebakaran, serta instalasi listrik dan air.

Kata Kunci : penerapan, konstruksi bambu, bambu, sekolah alam, Lombok Utara.

Selengkapnya DISINI

589 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini