Ditulis pada tanggal 11 September 2013, oleh admin, pada kategori Jurnal

PENERAPAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA GALERI KAIN TENUN NUSA TENGGARA TIMUR
Nur Mizraty, Agung Murti Nugroho, ST., MT., Ph.D dan Ema Yunita Titisari, ST., MT.
Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Jalan MT. Haryono 167, Malang 65145, Indonesia
E-mail: nurmizraty@gmail.com

ABSTRAK

Potensi sinar mataharidi Kupang- NTT dapat dioptimalkan untuk pencahayaan dalam bangunan. Pencahayaan alami merupakan salah satu elemen dasar yang perlu diperhatikan karena selama ini perancangan pencahayaan lebih banyak dilihat dari segi fungsi. Padahal ada segi lain yang dapat dimanfaatkan dari cahaya yaitu segi kualitas. Pencahayaan alami ini dimanfaatkan untuk bangunan galeri kain tenun NTT sebagai upaya untuk melestarikan dan menjaga salah satu kebudayaan yang menjadi ciri khas NTT. Maka diharapkan pada desain galeri ini dapat memanfaatkan potensi sinar matahari untuk memunculkan nilai estetika pada kain tenun. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif yang lebih menekankan analisisnya pada proses penyimpulan serta pada analisis hubungan yang diamati, dengan menggunakan logika ilmiah. Desain galeri kain tenun NTT ini menerapkan pencahayaan alami yang disesuaikan dengan parameter motif dan warna pada kain tenun. Untuk mendapatkan cahaya yang maksimal, dilakukan analisis pola bayangan bangunan sekitar pada tapak. Untuk penerapan cahaya alami, didapatkan dua strategis pencahayaan yaitu pencahayaan fokus dan pencahayaan diffuse (menyebar). Untuk ruang dengan cahaya fokus memaksimalkan sky lighting dan side lighting dengan arah bukaan menghadap atas. Untuk ruang dengan cahaya yang menyebar memaksimalkan side lighting. Bagian side lighting ada beberapa yang dimiringkan atau ditekuk dengan memanfaatkan motorise dan reflective sesuai dengan sudut bayang yang terjadi pada setiap fasad agar terhindar dari silau dan panas. Selain itu juga, memanfaatkan shading dengan menyesuaikan sudut bayang vertikal matahari.

Kata kunci: Pencahayaan alami, Galeri, kain tenun NTT

Selengkapnya DISINI

614 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini