Ditulis pada tanggal 16 Oktober 2018, oleh indah afifa, pada kategori Berita

Jurusan Arsitektur kembali menggelar Program Hibah Visiting Profesor melalui Program 3 in 1 yang melibatkan Dosen Universitas Brawijaya,  Profesor/Peneliti, dan Dosen Praktisi. Program ini dikompetisikan di tingkat Universitas Brawijaya tahun 2017, dan Jurusan Arsitektur termasuk salah satu yang lolos proposalnya tahun ini (2018). Program ini akan meningkatkan tingkat kompetensi terhadap standar internasional, sekaligus mempromosikan pengembangan desain dan penelitian di negara kita secara keseluruhan.

Tujuan dari program ini adalah memberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman Arsitektur berkelanjutan dalam rangka peningkatan kompetensi mahasiswa terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terbaru di bidang Arsitektur Sosio Ekologi, meningkatkan aktivitas penelitian dosen melalui aktivitas join supervisi dengan Universitas Luar Negeri sebagai partner, serta menjadi sarana pelatihan pendampingan mutu layanan berstandar internasional.

Oleh karena itu, Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya mengundang Prof. Mohd. Hamdan bin Ahmad (Direktur Eksekutif Institut Sultan Iskandar dari Urban Habitat and High-rise, Jurusan Arsitektur, Fakultas Lingkungan Hidup, Universiti Teknologi Malaysia) dan praktisi arsitektur profesional Ary Indra sebagai akademisi dan praktisi arsitek, yang secara konsisten mengaplikasikan konsep lingkungan binaan arsitektur nusantara dalam desain dan karyanya.

Dalam rangkaian program ini, peserta adalah mahasiswa semester 5 yang sedang menempuh mata kuliah teori dan studio lanjut, khususnya mata kuliah Arsitektur Sosio Ekologi, Desain Arsitektur 5 dan Desain Arsitektur Akhir. Program ini menggabungkan pengajaran, praksis dan penelitian tentang studi simulasi sains arsitektur dalam kompleksitas rancangan desain bangunan tinggi dipusat kota. Dengan kata lain, program ini dirancang khusus untuk memadukan satu kajian kelas teori, kelas simulasi, dan studio praksis desain, dalam satu panduan oleh profesor dan praktisi. Hasil akhir program ini diharapkan menjadi sebuah pengembangan penelitian di bidang lingkungan binaan arsitektur.

Program ini terselenggara hampir 1 bulan Oktober 2018 dalam 2 tahap kunjungan. Pada tahap I, diselenggarakan kuliah tamu oleh Prof. Mohd. Hamdan bin Ahmad dengan tema From Idea To Design pada mata kuliah Desain Arsitektur Akhir, tema Socio Ecological Design pada mata kuliah Arsitektur Sosio Ekologi, serta kuliah umum Low Carbon On Society yang terbuka untuk umum. Dalam paparan beliau pada kuliah umum tersebut, sangat penting bagi arsitek untuk mengurangi emisi karbon baik dalam berarsitektur maupun berkehidupan sehari-hari.

Program ini akan berlanjut pada visiting tahap II, tanggal 29-31 Oktober 2018, dengan menghadirkan Ary Indra sebagai praktisi arsitek profesional sekaligus pemenang IAI award 2018 kategori pendidikan. Yang akan memberikan kuliah tamu tentang sustainability bangunan masa kini. Ary Indra yang merupakan alumni Arsitektur Universitas Brawijaya angkatan 1990 juga akan mereview hasil karya mahasiswa di studio Desain Arsitektur Akhir bersama dengan Prof. Mohd. Hamdan bin Ahmad. Secara keseluruhan Program 3 in 1 ini di kelola oleh Laboratorium Sains Teknologi dan Bangunan (STB), yang akan menindaklanjuti hasil kegiatan berupa inisiasi penelitian khususnya tentang bangunan low carbon pada lingkungan binaan. (sub & ind)

115 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini