Ditulis pada tanggal 25 Juli 2013, oleh admin, pada kategori Jurnal

RENOVASI DAN PENGEMBANGAN GEREJA KRISTEN INDONESIA MOJOSARI(PENEKANAN PADA INTERIOR RUANG KEBAKTIAN)
Rohadi Wisnu Murtiono, Rinawati P. Handajani, Triandi Laksmiwati
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Arsitektur Brawijaya
Jalan Bendungan Palasari, Sigura-gura residence kav 48, Malang, Indonesia
E-mail: Rohadiwisnumurtiono@gmail.com
ABSTRAK

GKI Mojosari, this church built at Sept 4th, 1933. In appropriate to support fellowship’s actifities, which seen from narrow space given, no space supporting Sunday school activities, training and devotionappropriate rooms to support a submission fellowship are urgently needed. All actifities are hold in a vunerable building, so they need renovating their church. The attandant of congregation fellowship is affected by thechurch and interior vesper condition. From that fact, the sacristan plans about renovating their church and thefacilities to support the worship and fellowship congregation. Prime thing about the church is how to design the interior of vesper room. This room must be support the fellowship to feeling the attendant of God with sacred orholy atmosphere, so, the point of view form congregation of GKI Mojosari is important to create the sacredatmosphere. It’s agreed by element and principle interior design as house of God. With that sacred in the vesperroom will able to bring fellowship into religious’s experience in worship at Sunday. Because the God’s decisionfor the Christian’s congregation to sacred the Sunday and to worship Him, Jesus Christ.

GKI Mojosari yang telah berdiri sejak 4 September 1933, tetapi bangunan gereja menjadi kuranglayak/tidak dapat memenuhi kegiatan beribadah dan pertumbuhan iman jemaat Kristen Protestan seiringpertumbuhan jemaatnya. Dilihat dari lahan yang terbatas, tidak adanya ruang untuk fasilitas sekolah minggu,pembelajaran, persekutuan. Kebutuhan terpenting pada ruang kebaktian yang seharusnya menunjang jemaatKristen beribadah dengan khidmat. Bangunan gereja yang mulai rapuh dan sangat membutuhkan renovasi danpengembangan akan fasilitas bergereja khususnya pada ruang kebaktian. Namun, sampai saat ini belumdilakukan pengembangan bangunan gereja dan fasilitas–fasilitas yang mendukung kegiatan ibadah secaramenyeluruh. Maka pengurus gereja merencanakan renovasi dan pengembangan gereja beserta fasilitasnya untuk memenuhi kebutuhan jemaat beribadah guna meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang dalam bangunan, khususnya ruang kebaktian sebagai ibadah minggu yang membutuhkan suasana sakral. Hal yang utama dalamgereja adalah perancangan ruang kebaktian. Ruang ini harus dapat membuat jemaat merasakan kehadiran Allahdengan menciptakan suasana ruang yang sakral/suci. Dengan adanya penerapan unsur dan prinsip desain yang membuat kesan sakral pada bangunan gereja sebagai Rumah Tuhan, dan sesuai sudut pandang jemaat GKI Mojosari sehingga mampu membawa jemaat pada pengalaman religius dalam ibadah minggu yang ditentukanAllah sebagai hari yang kudus bagi jemaat Kristen beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kata kunci: Gereja Kristen, Interior Ruang Kebaktian, Sakral.

Selengkapnya DISINI

626 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini