Ditulis pada tanggal 30 September 2013, oleh admin, pada kategori Jurnal

STRUKTUR APUNG PADA PUSAT PENELITIAN RUMPUT LAUT DIPANTAI PONJUK, PULAU TALANGO, MADURA

Rizal Maisya Armanda, Agung Murti Nugroho, Edi Hari Purwono
Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jalan MT. Haryono 167, Malang 65141, Indonesia
Email: rizal_maisya_armanda@yahoo.co.id

ABSTRAK

Pulau Talango Sumenep merupakan daerah yang berpotensi sumber daya rumput laut coklatnya (Sargassum sp), dan alga lainnya. Permintaan pasar akan Sargassum ini meningkat untuk bahanpenelitian. Namun, Sargassum sp yang didapatkan adalah masih dari alam dan belum hasil budidaya, apalagi resiko terbesar adalah rusaknya ekosistem terumbu karang, maka diperlukan upaya sustainable biodiversity untuk tetap menjaga kelestarian potensi rumput laut coklat yaitu dengan upaya kegiatan penelitian dan budidaya agar tidak merusak ekosistem terumbu karang. Untuk melakukan kegiatan penelitian dan budidaya rumput laut serta mendapatkan manfaat rumput laut dari hasil penelitian, maka dibutuhkan tempat untuk melakukan kegiatan penelitian rumput laut. Pengembangan wilayah di daerah pesisir Pantai Ponjuk dapat dilakukan di perairan tanpa menyebabkan perubahan ekosistem. Cara pengembangan wilayah di pesisir pantai tanpa mengganggu ekosistem pantai dan dapat menimalisir kerusakan lingkungan, yaitu dengan menggunakan struktur apung pontoon menggunakan bahan Eco Float.

Kata kunci : struktur apung pontoon, eco float, pusat penelitian, Rumput laut dan terumbu karang.
Selengkapnya DISINI

590 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini