Ditulis pada tanggal 23 January 2015, oleh admin, pada kategori Berita, Kegiatan

gesture2015-2MALANG KOTA – Kreatifitas mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya ini diuji dalam acara Gesture 2015 yang digelar di gedung arsitektur UB kemarin.

Mereka berkompetisi untuk menampilkan karya-karya kreatif inovatif. Sebanyak 16 karya yang berasal dari kreativitas para kelompok mahasiswa ini mampu menyedot minat ratusan pengunjung. Karya-karya tersebut diantaranya apresiasi seni tari Bawomataulo dari Nias, tari Tor-tor, dan tari Hudoq dari Kalimantan. Masing-masing karya yang terbuat dari bahan daur ulang ini menganalogikan gerakan tari yang diubah menjadi bentuk desain 3 dimensi.

Seperti karya dari kelompok Zakaria Triyono Putro. Kelompok dari Zakaria ini membuat karya berbahan dasar lembaran seng bekas yang disulap menjadi sebuah karya yang terinspirasi dari gerakan langkah kaki tari Bawomataulo dari Nias. Karya kelompok Zakaria ini berpola perisai dengan bentuk segi enam yang runcing memanjang. Lempengan seng ini dipotong menyerong pada tengahnya, tanpa harus memutuskan bentuknya. “Jika dilihat, karya kami ini berbentuk perisai dari pemuda dalam tarian Bawomataulo. Gerigi pada seng ini menggambarkan batu dalam tradisi lompat batu Pulau Nias,” terang Zakaria.

Karya tak kalah unik ditampilkan kelompok F-1 yang terdiri dari Zahrina Amalia, Brilian Alkautsari, dan Yusuf Utomo. Ketiga mahasiswa ini membuat karya yang bisa digerakkan, Karya mereka ini terinspirasi dari gerakan tangan dalam tarian Tor-tor. Karya unik berwarna cokelat ini terbentuk dari rotan yang terjalin menggunakan tali mending alias tari dari daun pandan yang kemudian dianyam. “Kami membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk membuat karya ini,” terang Yusuf.

Koordinator kegiatan Gesture 2015 Ir Rinawati P Handajani MT mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan praktik ujian Ujian Akhir Semester (UAS)genap mata kuliah desain matra. Setiap tahun, untuk mata kuliah ini memang mengambil tema berbeda. Tahun lalu bertema bahari. Sementara tahun ini bertema gerak dan tari Nusantara yang menggunakan pemanfaatan barang bekas.

“Tujuannya, untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa terhadap karya yang mereka buat,” tegas Rina. (ika/c2/abm)

Sumber: Jawa Pos Radar Malang terbit 20 Januari 2015

1,049 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini