Call Us on +62-341-551611 ext: 126
Arsitektur Universitas Brawijaya
deneme bonusu
Casino Siteleri
bedava bonus


1xbet
supertotobet

Pendik Escort
1xbet
casino siteleri
supertotobet
marmaris escort
reni-aboday

Reni Dwi Rahayu, mahasiswa Jurusan Arsitektur angkatan 2010 dengan karyanya berjudul “Smell Ended Village”, menjadi satu dari 2 pemenang Kompetisi Nasional Mahasiswa: Arsitektur Rimpang yang diselenggarakan oleh (Universitas Pelita harapan) UPH dan salah satu firma kenamaan Indonesia Aboday. Dewan juri yang terdiri dari Agung Dwiyanto, Andra Matin, Ary Indra, dan David Hutama, ketiganya adalah praktisi sekaligus akademisi Arsitektur Indonesia, telah sepakat memutuskan Reni menjadi pemenang pertama bersama dengan Firdiansyah Fathoni dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sebagai pemenang kedua. Keduanya mendapat Travel Grant ke Tokyo, Jepang.

Proses Reni menjadi pemenang cukup panjang. Usai pengumpulan karya tanggal 12- 26 April 2014, pada tanggal 24 Juni lalu Reni  menerima pengumuman bahwa dirinya terpilih oleh dewan juri masuk dalam 10 besar. Proses penjurian dilakukan dengan cara Blind Review, juri hanya mengetahui nomer urut dan karya tanpa peduli latar dan asal dari peserta. Biografi dari peserta baru dibuka setelah penjurian 5 besar selesai.  27 Juni 2014, Reni lolos untuk masuk ke babak final sebagai 5 terbaik, sebelum akhirnya 7 Juli Reni terbang dari Malang untuk mempresentasikan karyanya di depan dewan juri bertempat di Studio Aboday, Jakarta.

Dilansir dari website kompetisi ini, Arsitektur Rimpang sendiri, menitikberatkan pada kepekaan dan pemahaman pada jejaring ruang kota yang terbentuk akibat keberadaan industri rumahan yang dapat dengan mudah ditemui di pelosok Indonesia, melihat fenomena dimana Indonesia memiliki potensi besar pada sector Industri informal. Keberadaan Industri rumahan dapat dikatakan sebagai salah satu pembentuk ruang yang paling awal. Lumpia di Semarang, Toko roti Tan Ek Tjoan di Cikini, Jakarta adalah contoh kecil dari bentuk kreatifitas mandiri masyarakat yang kemudian menjadi ciri dari suatu daerah.  Dalam konteks demikian tiap peserta akan diminta untuk meneliti, membaca dan memahami bagaimana industri rumahan di tiap daerah masing-masing memberikan kontribusi pada pembentukan kualitas ruang-ruang kota di sekitarnya.

Karya Reni sendiri, berfokus pada industri terasi di Tuban, dimana Reni harus memutar idenya untuk membuat desain kawasan industri terasi di Tuban sehingga alur produksi dapat lebih higienis, dan efektif serta memperbaiki kulitas udara yang biasanya terganggu dengan aroma tidak sedap hasil limbah pembuatan terasi. “judul ini sebenarnya terkait dengan skripsi saya, bahkan saya menggunakan video untuk seminar hasil pada presentasi di hadapan Juri, terimakasih untuk teman-teman angkatan 2010 yang sudah membantu”. Ujar Reni yang sepulangnya dari Jakarta langsung mengikuti ujian Seminar Hasil skripsinya di kampus.

Ditanya mengenai raihan prestasinya Reni menjawab “ Trip Arsitektur ke Tokyo itu diluar dugaan, bertemu teman-teman hebat se-Indonesia itu bonus, kesempatan presentasi di depan arsitek Indonesia dan mendapat masukan itulah hadiah terbaik bagi saya!” ujar dia. (HMA/emis)

instagram volgers kopen volgers kopen

instagram volgers kopen volgers kopen buy windows 10 pro buy windows 11 pro