Ditulis pada tanggal 22 Januari 2018, oleh indah afifa, pada kategori Berita

Picture2Seperti industri fashion, industri arsitektur dan desain interior juga dituntut bergerak cepat. Lewat kompetisi arsitektur dan desain interior terbesar di Asia; Asia Young Designer Award (AYDA), Nippon Paint yang didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Indonesia mencari mahasiswa berbakat dan potensi-potensi untuk mengembangkan industri kreatif arsitektur dan desain interior.

Kompetisi AYDA 2017 diikuti oleh lebih dari 500 mahasiswa jurusan arsitektur dan desain interior dari 18 universitas di Indonesia. Tahap pengumpulan karya sudah dimulai sejak April 2017 dan ditutup pada 4 September 2017.

Setelah melalui seleksi ketat, terpilihlah Top 6 finalis Arsitektur dan Desain Interior untuk berkompetisi di Grand Final AYDA 2017 yang diselenggarakan pada 19 Januari 2018 di Hermitage Hotel Jakarta. Dengan tema You For Tomorrow, mengajak calon pelaku di industri arsitektur dan desain interior mampu melihat kebutuhan masyarakat dan menciptakan desain visioner, yang memberikan manfaat dalam aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan pada masa kini dan mendatang.

Salah satu dari top 6 finalis arsitektur adalah Teva Delani Rahman, mahasiswi semester akhir Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. 6 karya terbaik ini mendapat kesempatan diberikan coaching session oleh keenam juri di Jakarta satu bulan sebelum grand final diadakan agar karya yang nantinya dipresentasikan lebih maksimal.

Acara Grand Finals dimulai dari registrasi peserta, dosen pembimbing, para tamu undangan, alumni pemenang AYDA, juri, dan media partner lainnya di The Hermitage Foyer.Presentasi 6 karya terbaik kategori arsitektur bertempat di Cilacap Room dan kategori Interior di Surabaya Room. Presentasi setiap karya berdurasi 10 menit dilanjutkan sesi tanya jawab dari ke enam juri selama 20 menit.

Juri dari kategori Arsitektur antara lain yaitu Sibarani Sofian (URBAN+), Ary Witjaksono (Airmas Asri), Jimmy Patty (Jimmy Patty Architects), Anto Sudaryanto (Intiland), Joe Willendra (W Office), dan Edward Kusma (Gunasland).

Juri dari kategori Desain Interior antara lain Aghnia Fuad, Fendarie Su (Santa Fe), Ibam Arafi (Polymath), Grace Hartanti (Grace Hartanti Design Lab), dan David I Tay (Ethospace).

Picture1Grand Final Session yaitu presentasi karya hingga pertimbangan juri berlangsung hingga sore hari. Kemudian dilanjutkan Award Night Session yang berisi Awarding & Dinner di The Hermitage Ballroom.

Award Night dibuka oleh sambutan dari Jon Tan (CEO Decorative Paints Nippon Paint Indonesia). Kemudian dilanjutkan sambutan dariHari Santosa Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif Indonesia untuk AYDA 2017. Setelah sambutan dilanjutkan pemberian penghargaan kepada para juri.

Puncak yang paling ditunggupun tiba di penghujung acara, yaitu Awarding. Dari kategori Arsitektur dimenangkan oleh Alvian Reza A (Gold Award) dari UGM, Louis Raymond (SIlver Award) dari BINUS University, dan Reagan Solihin (Bronze Award) dari USU.Pemenang Kategori Interior yaitu Zulkifli Yuanata (Gold Award) dari ITB, Sylvia Agustin(SIlver Award) dari UK Petra, Wilson Wongso(Bronze Award) dariBINUS University. Awarding ditutup dengan foto dan makan malam bersama disertai dengan iringan musik akustik. (TDR)

437 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini