Ditulis pada tanggal 31 Oktober 2019, oleh indah afifa, pada kategori Berita

Walikota Malang Sutiaji menghadiri sekaligus sebagai pembicara utama dalam seminar internasional seri pertama Jurusan Arsitektur yang bertajuk HUNIAN 2019, dengan tema “Inheriting the Culture for Prosperous Living” (mewarisi budaya untuk kehidupan yang makmur). Dalam acara yang digelar di aula  lantai 2 Prof. Ir. Surjono Fakultas Teknik Universitas Brawijaya tanggal 24 Oktober 2019 tersebut walikota menyampaikan paparannya tentang Konservasi Koridor Jalan Kayutangan Malang.

Selain dihadiri oleh Walikota Malang Seminar Internasional ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci (keynote) dari beberapa negara yang terdiri: Shinji Ikaruga (Professor of Yamaguchi University), Julaihi Wahid (Professor of Universiti Malaysia Sarawak), Johannes Widodo (Professor of National University of Singapore), Ulrike Herbig (Technische Universitat Wien), serta dari Indonesia dihadiri 2 pembicara, beliau adalah Yuke Ardhiati (Universitas Pancasila) dan Herry Santosa (Universitas Brawijaya), para keynote tersebut diminta untuk memaparkan gagasan pemikiran, maupun hasil penelitiannya terkait dengan tema kegiatan. Sesi paparan materi dari seluruh pembicara diakhiri dengan sesi diskusi tanya jawab dengan peserta yang dipandu oleh moderator. Selanjutnya kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi presentasi artikel ilmiah dari para pemakalah yang telah melalui proses seleksi pada tahap sebelumnya. Artikel ilmiah yang telah dipresentasikan akan dipublikasikan dalam prosiding seminar internasional.

Secara Umum, HUNIAN 2019 mencatat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya sedikit banyak mempengaruhi identitas kota dalam dimensi ruang dan waktu. Beberapa kawasan perkotaan menunjukkan eksistensinya dalam mempertahankan nilai-nilai sejarah dan budayanya, sementara lainnya menunjukkan perubahan yang signifikan baik secara visual, maupun nilai-nilai yang tak kasat mata.

HUNIAN 2019 sendiri dilaksanakan dengan tujuan untuk menyediakan wadah bagi akademisi, praktisi, peneliti, pemerintah, komunitas, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat umum dari manca negara untuk bertukar pikiran dalam pengembangan, konservasi, dan pengelolaan kota dan atribut-atribut di dalamnya sebagai upaya melestarikan nilai-nilai sejarah dan budayanya.

77 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini